Menuju Kabupaten Majenang

Tempatnya mencurahkan ide - ide kreatif serta tukar pikiran demi pembangunan Cilacap Barat ke arah yang lebih baik

Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
BAGI PENGUNJUNG SILAHKAN BERKOMENTAR DI BUKU TAMU!!! TERIMAKASIH
Minggu, 17 April 2011

KPU Kabupaten Cilacap paparkan persiapan Pemilukada 2012

Diposkan oleh Lembur Kuring

Guna persiapan Pemilukada 2012, pada hari Selasa, 25 Januari 2011 dilangsungkan Rapat Pembahasan Pemilukada 2012 yang bertempat di DPRD Kabupaten Cilacap. Rapat yang dipimpin oleh Ketua Pansus XVI DPRD Kabupaten Cilacap, Hermawan Santosa, diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Cilacap, Sekretaris KPU Kabupaten Cilacap, Anggota Pansus XVI, KaBag Pemerintahan dan Bagian Hukum Setda Cilacap.


Dalam paparannya, Ketua KPU Kabupaten Cilacap, Warsid, S.Pd., menjelaskan bahwa Anggaran Pemilukada 2012 sudah disesuaikan dengan standar biaya yang ditetapkan dengan mempertimbangkan Pemilu terakhir.


Dari berbagai saran, usulan dan masukan dari beberapa peserta rapat diantaranya masalah efisiensi anggaran, penyelenggaraan, sosialisasi dan perlunya rasionalisasi TPS sesuai keadaan daerah. Selain itu tentang debat pasangan calon agar dapat dikemas secara menarik sehingga dapat meningkatkan partisipasi termasuk pemilih pemula.


Pada akhir rapat disarankan agar ada studi banding ke daerah lain yang sudah menyelenggarakan Pemilukada agar pada saatnya Pemilukada di Kabupaten Cilacap dapat dilaksanakan secara damai dan demokratis serta sesuai dengan peraturan dan Undang-undang yang berlaku.

Ormas Pasang Spanduk Protes Jalan Rusak

Diposkan oleh Lembur Kuring

ANTARA - Sejumlah organisasi massa dan gabungan pengusaha lokal se-Keresidenan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memasang puluhan spanduk berisi protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah.

Dari pantauan ANTARA, Jumat, puluhan spanduk yang bertuliskan "Jalan Hancur, Ekonomi Lebur" tersebut terpasang di sepanjang ruas jalan nasional Patimuan-Sidareja-Gandrungmangu dan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Gandrungmangu hingga Karangpucung.

Seorang pengusaha di Sidareja, Mardiyo Abdul Azis, mengatakan pemasangan spanduk yang dilakukan Forum Peduli Jalan ini sebagai bentuk keprihatinan dan protes kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap terkait kondisi jalan yang rusak parah.

"Selain gabungan pengusaha lokal, Forum Peduli Jalan juga terdiri sejumlah organisasi Islam, antara lain MWC NU Kedungreja, Ansor/Banser Kedungreja, PCM Muhammadiyah Kedungreja, Pemuda Muhammadiyah Kedungreja, FPI Kabupaten Cilacap, dan MMI Kedungreja," katanya.

Menurut dia, Pemkab Cilacap dinilai kurang serius dalam menangani kondisi jalan yang rusak karena perbaikannya hanya menggunakan batu kapur.

Ia mengatakan, penimbunan jalan berlubang menggunakan batu kapur justru merepotkan warga karena rumah yang berada di dekatnya terkena debu sehingga berwarna putih.

"Bahkan, kalau hujan seperti karamel dan saat dilalui seperti kalau kita sedang berarung jeram. Kami juga kasihan pada anak-anak sekolah yang kesulitan untuk menjangkau sekolah dengan kondisi jalan seperti itu," katanya.

Dia mengatakan, Pemkab Cilacap harus segera mengambil tindakan untuk menangani jalan rusak sebagai antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami khawatir rakyat marah sehingga akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia yang juga pemilik Radio Kusuma FM Sidareja.

Menurut dia, masyarakat sudah terlalu lama menunggu sehingga pernah melakukan aksi penanaman pohon kelapa, pohon pisang, menanam padi, menabur ikan lele di ruas jalan yang rusak, dan yang terakhir aksi mogok awak bus pada 10-12 Januari 2011.

Terkait hal itu, dia mengatakan, sejumlah Forum Peduli Jalan akan beraudiensi dengan Pemkab Cilacap pada hari Senin (17/1) untuk membicarakan masalah perbaikan jalan.

"Kita akan audiensi, mampu nggak dia (pemkab, red.) melakukan perbaikan. Kalau tidak (mampu), kita akan melakukan sendiri," katanya.

Secara terpisah Pelaksana Harian Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Alam, Energi, Sumber Daya Mineral (Bina Marga, SDA, ESDM) Kabupaten Cilacap, Farid Ma'ruf mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki ruas jalan Wringinharjo (Gandrungmangu) hingga Karangpucung.

"Pada ruas tersebut memang ada program 'hotmix'. Akan tetapi karena keterbatasan anggaran, hanya akan dilakukan pada bagian yang rusak parah, antara lain di daerah Sindangbarang-Cinangsi" katanya.

Sementara yang lainnya, kata dia, akan ditindaklanjuti dengan pemeliharaan rutin maupun berkala.

Selain itu, lanjutnya, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah juga akan melakukan pemeliharaan berkala pada ruas jalan Sidareja-Patimuan, Kawunganten-Sidareja, jalan lingkar timur yang melewati PLTU Cilacap, jalan lingkar barat yang melewati Kawasan Industri Cilacap hingga Karangkandri, dan Menganti-Kesugihan.

"Kelima ruas jalan tersebut akan diperbaiki pada tahun anggaran 2011 ini. Saat ini masih dalam proses lelang di tingkat provinsi maupun pusat," katanya. z

Sumber : Antara

CILACAP--MICOM: Berbagai elemen masyarakat di Cilacap, Jawa Tengah, memrotes kerusakan jalan dengan memasang spanduk bertuliskan protes di sepanjang jalan yang rusak di wilayah kabupaten setempat.

Sebelumnya, armada bus yang melintasi jalur tersebut juga sempat melakukan pemogokan
selama tiga hari yang dipicu kerusakan jalan, terutama di Kecamatan Sidareja.

Elemen masyarakat yang terdiri dari organisasi massa (ormas) dan pengusaha yang tergabung dalam Forum Peduli Jalan (FPJ) Cilacap memasang spanduk di sepanjang jalan penghubung antara Gandrungmangu-Sidareja-Patimuan-Karangpucung yang kondisinya rusak parah. Mereka antara lain memasang spanduk bertuliskan 'Jalan Hancur, Ekonomi Lebur'.

Mereka yang tergabung dalam FPJ adalah warga Nahdlatul Ulama (NU), Ansor/Banser, Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI) Cilacap, dan MMI Cilacap. Selain itu, para pengusaha juga ikut bergabung karena mereka secara langsung terkena dampak rusaknya jalan di wilayah tersebut.

Menurut salah seorang pengusaha yang juga anggota FPJ Mardiyo Abdul Aziz, pemasangan spanduk di sepanjang jalan yang rusak merupakan bentuk protes kepada pemerintah.

"Pemerintah tidak tanggap terhadap jalan yang rusak. Dari dulu sampai sekarang terkesan malah membiarkan dan tidak ada upaya apapun untuk memperbaiki jalan. Padahal masyarakat di sini taat pajak," kata Mardiyo, Jumat (14/1).

Ia mengungkapkan, terkait dengan jalan yang rusak, pemerintah kabupaten (pemkab) hanya melakukan penambalan dengan menimbun batu kapur. Antisipasi itu justru membuat masalah baru. "Kalau hujan, batu kapur seperti comberan berwarna putih. Tetapi jika tidak hujan, menimbulkan debu di mana-mana," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Bina Marga, Sumberdaya Air, Energi dan Sumberdaya Mineral Cilacap Farid Ma'ruf mengatakan pihaknya segera memperbaiki jalan yang rusak.

"Sebagai langkah awal, kami akan memperbaiki jalan di wilayah Gandrungmangu hingga Karangpucung. Tetapi tidak seluruhnya akan dilapis ulang, hanya di wilayah yang paling
parah yakni pada ruas jalan Sindangbarang-Cinangsi karena terbatasnya anggaran," ujarnya.
(LD/OL-01)

Total Tayangan Laman