Menuju Kabupaten Majenang

Tempatnya mencurahkan ide - ide kreatif serta tukar pikiran demi pembangunan Cilacap Barat ke arah yang lebih baik

Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
BAGI PENGUNJUNG SILAHKAN BERKOMENTAR DI BUKU TAMU!!! TERIMAKASIH
Jumat, 30 April 2010

Buku Tamu

Diposkan oleh Lembur Kuring

Bagi pengunjung yang mau kasih saran atau apapun silahkan tulis disini!!

Kamis, 29 April 2010

10 April - 23 April 2010

Diposkan oleh Lembur Kuring

Hidayah Mufidah : Slmt berjuang demi cita-cita yg luhur. Walaupun aku bukan warga Clcp Brt tapi aku salut dan.... GOOD LUCK !!!

Nasroh triyono : bebaskan cilacap dr korupsi.....

Nana Suryana : Perjuangan memang memerlukan pengorbanan... Pun dengan Pemekaran.

Lukman Daroni : Kalauuu bukan Majenang ibukotanya Abdimah moal miluan.....................

Kang Chons : Awas ide pemekaran ditunggangi muatan politis jadi pesan moralna rusak.... Kira2 bisa menjamin dayeuhluhur lebih maju or gak,...?? saya pribadi dah mulai apatis dengan Kabupaten Cilacap, nota bene Kabupaten dengan potensi SDA unggul dibanding yang lain tapi pemerataan pembangunan kurang diperhatikan,.... Lihat saja kasus korupsi di Cilacap bnayak dimuat di Suara Merdeka sebgaia rakyat biasapun kita malu,.....

Teguh Prahono : Buat sy mjng tmpt tnggal yg damai ,sejuk masyrktny ,indah dan tenang kotane dbnding tmpt tngglku skrng.,andaikt rakyat cilbar sejahtra dn pmbngnan merata psti lah ga ada pemekaran jg gpp..

Gogos Arif : Saya setuju dimekarkan asal modal sendiri, tidak ngrusuhi PAD = Pendapatan Asli Daerah 14 Kecamatan yang lain.....plus sumber pendapatan lainnya....BERDIKARI = Berdiri Dik Kaki Sendiri....

Koes Serpihan Debu : lamun hayang benghar, benghar heula,,, lamun hanyang makmur, makmur hela,, te kedah di ucapken lamun kitu mah,,,,benghar te jaminan jd jalma benghar,, cilacap barat wlo miskin akan sumberdaya alam, WAJIB maju,, asal pejabat&masyarakatna tong egois,,, hayu urg majuken bareng2(ririungan siga sirem) dgn meningkatkan sumberdaya manusia&alam nu aya di CILACAP BARAT,,, smoga wae CILBAR tdk mengaharapkan tangan dibawah,,,
Catatan: maaf bagi yang belum saya posting disini!

Bantu Saya

Diposkan oleh Lembur Kuring

Sebut saja saya menajdi kepala desa di Desa Legok Nyenang. Desa yg saya pimpin itu desa baru. desa yang wilayanya memiliki pesawahan yang cukup luas tapi belum memilki irigasi yang memadai, sehingga warga kami belum mendapat panen yang maksimal. Selain itu kami juga belum memiliki balai desa yang memadai juga. Hanya bangunan sederhana saja. Desa kami sekarang ini memilki dana 50 juta. Saya sbg kepala desa cukup bingung, mau digunakan untuk apa dana itu. Apakah untuk pembangunan irigasi karena memang kami belum memilikinya, sehingga warga kami menunut untuk segera membuat irigasi. Atau membuat balai desa terlebih dahulu karena camat kami dan bupati kami pun menuntut kami segera membangun balai desa yang baik, karena desa kami akan kedatangan presiden dan gubernur. Camat dan bupati merasa malu karena di wilayahnya ada desa yang tidak memiliki balai yang memadai. Kebetulan biaya untuk membuat irigasi ataupun membuat balai desa akan menghabiskan biaya sama-sama 50 juta.

Tolong diantara bapak-bapak/ibu-ibu, adakah yang bisa membantu saya dengan dana yang ada tersebut apakah saya sebagai kepala desa harus membuat irigasi terlebih dahulu atau membangun balai desa, karena desa kami dalam waktu dekat akan dikunjungi presiden ?? (Endom Kustomo/Abah)



Selasa, 27 April 2010

Pembagian Kekuasaan

Diposkan oleh Lembur Kuring


Hubungan yang ideal dalam kehidupan ditingkat desa adalah keempat lembaga tersebut dilibatkan dalam proses pembangunan desa. Dengan kalimat lain perlu dibangun adanya partisipasi yang menyeluruh dan saling menguatkan antar lembaga-lembaga yang ada di desa. Dalam bahasa akademis hubungan yang saling menguatkan tersebut dikenal dengan istilah Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance).

Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) adalah suatu kesepakatan tentang penyelenggaraan Pemerintahan yang diciptakan secara bersama oleh semua elemen yang ada di suatu wilayah. Jika di tingkat Desa, Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) adalah sebuah kesepakatan tentang penyelenggaraan pemerintahan desa yang ciptakan secara bersama oleh pemerintah desa, kelembagaan politik desa, kelembagaan ekonomi desa dan kelembagaan sosial desa. Dengan kalimat lain, Tata Pemerintahan Desa Yang Baik merujuk pada proses penciptaan hubungan kerjasama antara empat kelembagaan yang ada di desa untuk membuat pengaturan-pengaturan yang digunakan dalam menyelenggarakan pemerintahan di desa.

Dengan demikian dalam mewujudkan Tata Pemerintahan Desa Yang Baik, yang perlu dibangun adalah sebuah mekanisme dialog atau komunikasi antar empat kelembagaan desa, sehingga keempat lembaga desa sama-sama merasa memiliki tata pengaturan tersebut. (Pudjoe Basuki)








Senin, 26 April 2010

Video Pertemuan Anggota Komisi A DPRD Propinsi di Wanareja

Diposkan oleh Lembur Kuring

video video

Masyarakat Diminta Tidak Berkecil Hati

Diposkan oleh Lembur Kuring


Suaramerdeka.com CILACAP (23 April 2010) - Masyarakat diminta tidak berkecil hati oleh pernyataan Gubernur, yang menolak pemekaran Cilacap. Pasalnya, prosedur adminitrasinya belum dijalankan, sehingga pernyataan penolakan itu dinilai tidak ada pengaruhnya dalam proses pemekaran.

Demikian diutarakan Wakil Ketua DPRD Jateng, Drs H Abdul Fikri Faqih MM saat kunjungan kerja bersama komisi A DPRD Jateng di Kecamatan Wanareja, kemarin.

"Tak perlu berkecil hati karena Gubernur tidak setuju. Prosedur administrasinya kan belum dijalankan, jadi tidak ada pengaruhnya."

Dia menerangkan, prosedur yang harus ditempuh terlebih dahulu adalah rekomendasi DPRD Kabupaten Cilacap, keputusan Bupati Cilacap, kemudian rekomendasi DPRD Provinsi dan keputusan Gubernur Jateng. Setelah itu, baru keputusan DPR RI dan pemerintah pusat.

Saat ini, prosedur pemekaran Cilacap barat baru sampai pada rekomendasi DPRD Jateng. Oleh sebab itu, masyarakat diminta ikut mendorong agar Bupati segera mengeluarkan keputusan.

Dinginkan Masyarakat

Adapun komisi A, kata dia, menyatakan kepeduliannya terhadap pemekaran. Hal itu ditunjukkan dari kunjungan kerja yang membuktikan pemekaran memang diinginkan oleh masyarakat.

Dia juga menekankan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan pemekaran.
"Tuntutan masyarakat sangat realistis dan rasional karena jarak yang jauh mengganggu pelayanan masyarakat. Perjalanan dari Wanareja sampai Cilacap bisa tiga jam dan kondisi jalannya jelek," katanya.
Meski demikian, dia mengingatkan agar tidak mengabaikan persiapan menghadapi pemekaran, yakni dengan cara menggali potensi daerahnya.

Mengenai, keinginan warga bergabung dengan Jabar, menurutnya, sah-sah saja karena merupakan tuntutan masyarakat. Namun, ancaman bergabung dengan Jabar belum tentu menyelesaikan masalah.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Cilacap, Fathul Aminudin Azis manambahkan, pemekaran jangan hanya mengacu pada PAD saja. Namun juga berorientasi pada sumber daya manusia (SDM).
"Contohnya Singapura, yang tidak punya apa-apa. Tetapi dengan pembangunan SDM yang baik bisa jauh lebih maju dari Indonesia," terangnya. (J11-75)



Suaramerdeka.com SEMARANG(25 April 2010)- Gubernur Bibit Waluyo diminta tidak kaku dalam menyikapi wacana pemekaran Kabupaten Cilacap. Perlu dibuka ruang dialog dengan masyarakat setempat untuk bisa mendapatkan informasi sebelum mengambil kebijakan.

Ketua Komisi A DPRD Jateng Fuad Hidayat mengatakan, wacana tersebut sangat kuat terutama di wilayah Cilacap Barat. ”Tuntutan itu sebenarnya sangat realistis. Tentunya Gubernur dalam bersikap jangan kaku dulu. Karena wacana pemekaran bukanlah masalah haram atau halal. Perlu dicari akar permasalahannya mengenai adanya keinginan itu,” kata dia, Sabtu (24/4).

Wakil Ketua DPRD Jateng Abdul Fikri Faqih yang memimpin dialog menegaskan, untuk pemekaran daerah harus memenuhi sejumlah persyaratan dalam PP No 78/2007. Pemekaran merupakan aspirasi dari sebagian masyarakat. Ada SK persetujuan dari DPRD maupun kepala daerah setempat ditambah dari Gubernur.

”Setelah syarat itu terpenuhi baru bisa dimintakan persetujuan Mendagri. Kalau melihat dinamika ini, wacana pemekaran masih mungkin di Cilacap,” tuturnya.
Komisi A selama tiga hari mulai Rabu (21/4) melakukan kunjungan ke Cilacap terkait adanya aspirasi pemekaran.

Untuk menindaklanjutinya, Dewan menemui sejumlah tokoh daerah seperti Wakil Bupati Tato Suharto Pamudji, Komisi A DPRD Cilacap, serta tokoh daerah yang diwakili dari Kecamatan Sidareja, Wanareja dan Majenang.

Kebanyakan mereka itu berkeinginan keras supaya Cilacap bisa dimekarkan. ’’Wabup Tato dan Ketua Komisi A DPRD Cilacap Taufikurrohman pun mendukung penuh pemekaran.

Alasan mereka, Cilacap dengan luas 225.360 km2 sangat besar, ditambah jumlah penduduknya mencapai 1,8 juta jiwa bila dibanding 34 daerah lainnya.
Keterjangkauan pelayanan pemerintahan sangat terbatas sekali untuk mencangkup Cilacap secara luas,’’ kata Fuad.

Dukungan Pemkab Cilacap untuk pemekaran, lanjut dia, karena melihat hasil studi kelayakan yang dilakukan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), untuk Cilacap bagian barat layak membentuk daerah baru.

Terlebih pemda setempat bersama Dewan juga studi banding ke sejumlah daerah pemekaran di luar Jawa.
’’Dalam pertemuan itu, bahkan sempat terlontar dari Ketua Badan Perwakilan Daerah (BPD) Wanareja Saichu, kalau Gubernur masih ngotot, masyarakat akan berjuang keras bergabung dengan Provinsi Jabar. Pemikiran mereka sampai sejauh itu,’’ kata politikus dari PKB itu.

Saichu, kata Fuad, menguraikan kalau selama ini daerah-daerah di Cilacap bagian barat diperlakukan secara diskriminatif oleh pemerintah. Pembangunannya, baik itu kesehatan, pelayanan publik sangat jauh dari yang diharapkan. Bahkan untuk pengobatan pun, warga lebih memilih ke RSUD di Jabar dari pada di Cilacap. (H37,H23-60)

Foto pertemuan antara pihak Kecamatan Wanareja, Kepala Desa se kecamatan wanareja, anggota BPD se Kecamatan Wanareja,tokoh masyarakat wanareja, Pengurus cabang Ansor, pengurus PWCB, dan beberapa orang dari sidareja,majenang dan dayeuhluhur,dengan Anggota Komisi A DPRD Propinsi Jawa Tengah pada Kamis, 22 April 2010, di Pendopo Kecamatan Wanareja yang berlangsung selama sekitar satu jam. Dihadiri juga oleh beberapa wartawan dari media cetak dan satu stasiun radio Kusuma FM.

Kamis, 15 April 2010

27 Maret - 9 April 2010

Diposkan oleh Lembur Kuring

Endom Kustomo
(Eusi rek datang kana wadah anu beresih. Mudah-mudahan grup LKCB ieu jadi wadah urang sarerea nu sapamadegan, clik putih-clak herang - boga niat keur ngamajukeun wewengkon Cilacap Barat. Mugia Pangeran nu murbeng alam ngawidian kana niat urang sadaya. Amiiin)

Soleh Muttaqin
(Sok inget kana paribasa sunda "Bodo Alewoh...Eleh eleh padu ngenceng" tah..jiga na paribasa eta nu dipiboga ku kuring pribadi pikeun milu ulubiung ancrub kana ieu rohangan. LKCB hayu ngajomantara...hahiuk..melesat dina seah na angin parobahan...Mugia Alloh nyubadanan....Amin..amin...amin...)

Novi Rubi
(Sy sgt stuju dg adanya Kab. Cilcp Brt dg brpust d Majnang,krn hal tu akn mmudahkn qt utk mngurs sgala sswt,ie:Bwt SIM)

Azzura Azurra Atzzura
(Idih ada yg takut dgn pmbntkn cilacap Barat ea...npa tyu??pkoke hidup cilacap barat...)

Dwy Synyster
(saya menolak cilacap barat. kalau cuma asal misah)

Suhada Hanum
(Pembentukan Kab.Cilacap Barat tidak asal misah, makanya diadakan kajian...)
(Asa langkung payus pami ibukota Cilbar teh di Majenang, Letak na strategis, aya di tengah wilayah Cilbar, sarana prasarana langkung memadai, bahasa daerah di majenang kota oge mewakili bahasa daerah Cilbar umumna, nyaeta Sunda sareng jawa.
Sugan kitu baraya...?????????????)

Herry Fredianto
(saya mendukung sepenuhny terbentukny cilacap barat. Kasihan warga yg paling barat, kalo ngurus kelengkapan adm untuk ngelamar kerja misalny, yg harus ada kelengkapan dari instansi setingkat kabupaten., udah jauh2, jalan rusak, hujan, truz nyampe clcp syarat kurang, truz di tolak instansi ybs..., apa ga MANGKEL klo udh ky gt...)

Sasmito Hadi
(Meskipun saya hanya numpang hidup di wilayah LKCB hanya beberapa tahun namun saya mendukung berdirinya LKCB jadi kabupaten tersendiri lepas dari Kabupaten Cilacap , karena kalau kita ke Cilacap terlalu jauh jaraknya. Dan potensi wilayah CB kalau di kembangkan sungguh sangat bagus......hayo putera - putera daerah segera pulang bangun lembur maneh anu subur makmur, gemnah ripah loh jinawi.)

Nana Suryana
(drpd stlh qt mekar tp trnyata qt jln di tempat (pahitnya malah mundur) yg akhirnya dituntut utk gabung lg dgn kab induk, lebih baik kita bersabar dulu utk mengikuti kajian/uji kelayakan yg komprehensif.)
("Pemekaran bukan brmaksud utk mnggantungkan harapan akan bantuan pemerintah. Pemekaran adlh bagaimana suatu wilayah mampu berdiri sendiri atas potensi yg ada".)

Charman Urgint
(ngadukung pisanlah kana mekarna kab clcp amih pembangunan bisa merata nympe plosok desa,cnth pembgnan lstrik mask desa lba knh nu can ka jangkw ku thg lstrk,di dsn cimanggeng oge lba nu nymbung ti imah ka imah pdhl gde psn bhayana geus sabrha urg nu jdi krbn,pkonmah ngadukung pisan ku ayana kab clcap brt demi kamajuan lembur urg.)

Ade Tungukz
(ngadukung pisan nya meh pembngunanna lewih merata... teruz pmbngunan jalan bisa lewih hade....)

Akhbar Emang Bandel
(dibikin tambah heboh aja lewat semua media...agar semangat kita lebih terlihat sama semua kalangan. terutama kalangan yang punya kuasa.bahwa kita benar-benar serius dengan semua potensi yang kita miliki.cayooooooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)

Catatan penting: Suara warga ini diambil dari Group facebook Lembur Kuring Cilacap Barat sebut saja LKCB

Ngacapruk.com

Diposkan oleh Lembur Kuring

Nu ngamimitian: Kang Yodha Oda
Nu ngabarales : Kang Hanum Sujana, Abah Endom, dan Kang Soleh
Nu ngedit : Kang Cecep
Inti masalah: Seputar lambang LKCB
Tanggal beredar: 27 Maret 2010 jam 0:52


Yodha Oda : “Make gambar jigana leuwih alus, gambarna patung diponegoro, beuhhhhhhhhhhhh”.

Endom kustomo : “Kumaha mun gambar abah bae, Yod ???”

Soleh muttaqin : “Yod…..pan eta ges kawakilan ku manuk...ngajembreng....kuring ge tuluy ngarampaan nu handapeun irung bisi milu hiberrrrr...heuu..heuuu....”

Hanum sujana: “Lain……..nu kitumah hileud?”

Soleh muttaqin : “Jeyyy kanca... lucu kang dilembur kuring isuk poe minggu rek aya hajat 3 dusun..Pilkabay(pilihan kabayan) di Dayeuh,Sindanglangu,Ciparahu....biasa euy loba foto ting tarempel na tembok...bagong ting suliwer cari dukungan. Ieu Cingciri naon jal?
Hanum sujana: “Heuheu...aya bagongna oge nya Kang? Emh...atuh tanda naon nya? Pertanda jabatan itu "PENTING" meureun....cing hubungan Kabayan di urang jeung Kabayan tokoh sunda naon cing? Pasti aya hubunganna”

Soleh muttaqin : “Cingciri tanda na : Nyi Iteung Jomblo....makana diayakeun Audisi Kang Kabayan....heu..heeu... Hubungan Kabayan urang jg Kabayan Tokoh Sunda ...aya hubungana :
1.Sarua pada pada sok dikolor...diharudum sarung ari tiriseun
2.Ngabodor ka masyarakat keur ngigelan kahayang
3.Sok kadang saliwang ngamaknaan hiji masalah..heu..heuuu
Teu aya hubunganan na :
1.Kabayan bareto katelah si borokok ..kabayan ayeuna moal daekeun..jigana ngambek mun disebut si borokok
2.Hirup dina zaman anu beda bareto jeung kiwari
Tah kitu....jigana ngalindur.com deu wae...yeuh..heu..heu."

Hanum sujana : “Nyaan etamah ngalindur.com wkkk........ernah aya artikel kieu Kang, jadi Kabayan teh sabenerna berperan seperti Lengser--utusan kerajaan, tukang ngabejaan lamun aya naon2 kitu. Nah ieumah utusan kampung nya? Abdi inget Kabayan Hasan we ti Picungdatar, sok nagih pajeg ka bumi hehe, etamah tos sabaraha tahun janten kabayan, ti abdi tos emut we...duka ayeuna masih duka henteu... Berarti sakampung (dusun) hiji nya? Tapi di Hanummah teu aya Kabayanteh, di Dayeuhmah aya keneh, pemilihan sagala nya? Pedah Dayeuhmah langkung makmur kitu?”

Soleh muttaqin: “Enya kitu...garis badag definisi Kabayan..Kang hasan tos pangsiun ayeuna mah..... Lah puguh..di Dayeuh mah sok ngarerakeun...pedah lain makmur ieuh, da mun ngukur kana pangasilan Kabayan teu ka udag ku akal...menang bengkok ukur 250 bata...paling aya insentif kurang leuwih sabulan 100rb. Sedengkeng tugas na sagunung...ari nyambungan kudu ka unggal hulu tah eta conto leutik...tina nyambungan can nu sejen-sejena. Nu lucu deui...dina daftar pencalonan yeuh..panitia narik 250rb...kadituna..loba waragadna..peuting ieu malem towong kudu nyuguhan tamu dan nyosompang sagala...siga ngarupus. Malah ceuk beja aya nu tos kaluar dana 10jt....lain heurey. Cik jang naon ieu teh..sok hemeng... Tah ku aya na LKCB...sugan jg sugan jadi bahan kajian papada urang...anu saterusna bisa rembes ka penguasa desa...kumaha alus na...meh teu katalanjuran...kitu tah..he...he…”

Hanum sujana : “Nya kitu tea atuh...meureun "POSISI" nu jadi inceran teh nya. Dengan "POSISI" punya nilai jual di masyarakat...yah orang gila kan begitu hehe....gila jabatan maksadna. Tapi duka desa nu sanes nya, aya henteu?”

Tah kieu akhirna carita ngacapruk.com teh! Tina lambang jadi kabayan, tapi ieu hanya sebagai bumbu dalam sebuah Diskusi agar tidak ada ketegangan tapi tetap menjunjung kebersamaan dan keseriusan.

Mohon maaf apabila ada kesamaan tokoh dalam cerita ngacapruk.com sesungguhnya itu hanya kebetulan saja dan sekali lagi mohon maaf apabila ada yang tersinggung, sesungguhnya itu juga adalah suatu ketidaksengajaan dan kebetulan juga.

Rabu, 14 April 2010

Pengantar

Diposkan oleh Lembur Kuring

Assalamu'alaikum wr.wb.

Salam Perjuangan,
Alhamdulillah kita sering berdiskusi dan bertukar pikiran di Group Facebook LKCB, walau sebagian besar diantara kita belum pernah bertemu, namun karena adanya satu tujuan yang sama maka diskusi ini bisa terus kita jalankan.

Diskusi - diskusi itu adalah ditujukan demi memberikan masukan juga menampung "gerentes hate" orang-orang yang pro pemekaran demi peningkatan pembangunan di Wilayah Cilacap Barat juga untuk mendiskusikan visi misi "Jabang Bayi" Kabupaten Majenang dengan ikhlas, jujur, transparan, tanpa maksud dan kepentingan tertentu. Sehingga solusi yang kita kedepankan tidak akan merasa atau menjadi beban bagi kita, juga orang lain.

Semoga pemikiran yang kita tuangkan ini benar-benar bisa bermanfaat bagi kita semua, demi tercapainya tujuan bersama. Aamiin

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Ttd,



(cecep adi kustaman)

Wacana Pemekaran di Mata Warga Cilacap Barat

Diposkan oleh Lembur Kuring

Antara.com - Wacana pemekaran Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kini kembali menggema meskipun hal itu masih banyak menimbulkan pertentangan di kalangan elit maupun masyarakat.

Kendati mendukung pembentukan Kabupaten Cilacap Barat, sejumlah masyarakat di wilayah yang bakal menjadi bagian kabupaten ini tidak menginginkan wacana tersebut ditunggangi kepentingan sesaat para elit lokal.

Warga di wilayah barat Kabupaten Cilacap mengharapkan, pembentukan kabupaten baru tersebut benar-benar merupakan keinginan dari masyarakat, bukan kepentingan suatu kelompok yang mengatasnamakan warga Cilacap Barat.

Kelak jika terbentuk, Kabupaten Cilacap Barat sedikitnya memiliki 129 desa meliputi 10 kecamatan, yakni Sidareja, Majenang, Karang Pucung, Gandrungmangu, Kedungreja, Cimanggu, Patimuan, Dayeuhluhur, Wanareja, dan Cipari.

Penduduk asli di 10 kecamatan ini memiliki kesamaan budaya, yakni Sunda. Bahkan hingga saat ini, budaya Sunda masih melekat dalam kehidupan mereka.

Kendati demikian, kesamaan budaya bukan alasan utama mereka untuk mendukung wacana pemekaran. Masalah pemerataan pembangunan merupakan alasan paling mendasar bagi mereka untuk mendukung pembentukan Kabupaten Cilacap Barat.

Mereka menilai, Pemerintah Kabupaten Cilacap yang memiliki luas wilayah 2.142,59 kilometer persegi ini tidak adil dalam pembangunan karena lebih banyak dilakukan di wilayah timur daripada barat.

Bahkan bagi warga yang bermukim di wilayah paling barat, khususnya Kecamatan Dayeuhluhur yang berbatasan dengan Jawa Barat, sering kali merasa "dianaktirikan" oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Jauhnya jarak Dayeuhluhur dengan ibu kota kabupaten dan minimnya sarana-prasarana membuat mereka "iri" dengan warga di Kota Banjar, Jawa Barat, yang berbatasan langsung dengan wilayah ini.

"Bayangkan saja, untuk mengantar surat dinas ke Cilacap, saya harus berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB karena sedikitnya membutuhkan waktu 2,5 jam perjalanan menggunakan sepeda motor," kata Soleh Muttaqin (40), seorang warga Dayeuhluhur yang bekerja sebagai staf di salah satu unit pelaksana teknis di kecamatan ini, Jumat (26/3).

Terkait hal itu, dia mengaku sangat mendukung wacana pemekaran sehingga jarak tempuh dari Dayeuhluhur ke pusat pemerintahan dapat lebih dekat.

Selain itu, kata dia, pembangunan diharapkan dapat lebih merata jika kelak Kabupaten Cilacap Barat terbentuk.

"Andaikan nantinya Kabupaten Cilacap Barat terwujud, saya berharap ibu kotanya di Majenang sehingga lebih dekat dari Dayeuhluhur," katanya.

Sementara itu, seorang warga Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur, Hanum Sujana (32) mengatakan, pemekaran akan memberikan harapan baru bagi sebuah kemajuan dan pemerataan pembangunan di Cilacap bagian barat.

"Akan tetapi hal ini harus sesuai aspirasi masyarakat bawah, bukan hanya sebagian kelompok tertentu, serta telah melalui pengkajian dan penelitian yang jelas, dan memang layak untuk sebuah daerah otonom," katanya.

Dia mengaku ingin menunjukkan dukungan terhadap wacana pemekaran ini dengan bergabung bersama organisasi yang memiliki visi dan misi yang jelas serta transparan demi sebuah persatuan dan kebersamaan dalam tindakan.

"Namun jika ternyata pemekaran tidak terwujud, saya ingin tetap ikut serta berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang sifatnya memberdayakan dan meningkatkan martabat masyarakat. Bagi saya mekar atau tidak mekar yang penting berkarya," katanya.

Seorang warga Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur, Cecep Adi Kustaman (26) menyatakan, sangat setuju dan mendukung wacana pemekaran karena selama ini Pemerintah Kabupaten Cilacap kurangnya memperhatikan dan serius terhadap masalah pembangunan di wilayah barat.

Kendati mendukung adanya Kabupaten Cilacap Barat karena tidak adanya jaminan kepastian pemerataan pembangunan, dia mengakui, pemekaran wilayah belum tentu menjadikan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

"Bahkan, bisa lebih buruk. Akan tetapi, segala sesuatu yang diniati dengan kesungguhan maka sesuatu yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin," katanya.

Menurut dia, saat ini sudah bermunculan organisasi maupun paguyuban yang berupaya mewujudkan pemekaran wilayah atau membentuk Kabupaten Cilacap Barat.

Ia mengatakan, banyak hal yang harus dipertimbangkannya untuk bergabung bersama organisasi tersebut.

"Pertimbangan saya, antara lain apakah visi misinya sesuai dengan kehendak rakyat golongan bawah dan apakah organisasi tersebut murni suara hati rakyat atau ada keinginan tertentu yang mengatas namakan rakyat," katanya.

Ia mengakui, adanya kemungkinan untuk membentuk organisasi sendiri, tetapi hal ini bisa menimbulkan suatu perpecahan yang pada akhirnya tujuan utama berupa pemekaran akan tambah tersendat.

"Tapi yang pasti, ikut ataupun tidak ikut ke dalam organisasi yang sudah ada, saya tetap mendukung pembentukan Kabupaten Cilacap Barat," katanya.

Meskipun kecewa terhadap pernyataan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang menolak wacana pemekaran dengan alasan tidak adanya potensi andalan, dia merasa yakin ada sesuatu di balik pernyataan tersebut. "Mungkin beliau berpikir kenapa yang maju cuma orang-orang tertentu, apakah ini murni suara rakyat atau tidak," katanya.

Menurut dia, Cilacap Barat sebenarnya memiliki sejumlah potensi yang dapat diandalkan sebagai penyumbang pendapatan asli daerah (PAD), antara lain sektor pariwisata, pertanian, dan industri rumah tangga.

Akan tetapi, kata dia, potensi-potensi tersebut hingga saat ini belum tergarap secara maksimal.

Disinggung mengenai upaya yang akan dilakukan jika wacana pemekaran tidak terealisasi, dia mengatakan, perjuangan untuk mewujudkan kesejahteraan warga Cilacap Barat dapat tetap dilakukan dengan berbagai cara.

"Kita bisa melakukan hal lain yang bersifat positif untuk membangun daerah sendiri, misalnya dengan ikut mempromosikan wisata yang bisa digali di daerah sendiri atau menciptakan ide-ide kreatif untuk mewujudkan kemajuan daerah sendiri," katanya.

Terkait hal itu, dia mengajak seluruh warga Cilacap, khususnya di wilayah barat, untuk membangun daerahnya tanpa membedakan suku, ras, agama, dan golongan walaupun nantinya tidak ada Kabupaten Cilacap Barat.

"Siapa lagi yang akan peduli dengan daerah kita, selain kita sendiri sebagai warganya. Walaupun ada yang pro dan kontra terhadap Kabupaten Cilacap Barat, mari jaga hati kita supaya tidak ada perpecahan yang akhirnya menjurus pada konflik," katanya.

Menanggapi penolakan Gubernur Jawa Tengah terhadap pemekaran di Kabupaten Cilacap, seorang warga Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur, Endom Kustomo (50) mengatakan, ada dua kemungkinan yang menjadi alasan gubernur menolak wacana pemekaran.

"Yang maju menghadap beliau kan Paguyuban Warga Cilacap Barat (PWCB) yang pengurusnya didominasi oleh orang-orang Kecamatan Karangpucung saja, sehingga kemungkinan gubernur khawatir wacana tersebut hanya kepentingan segelintir orang saja," katanya.

Selain itu, kata dia, kemungkinan gubernur tidak tahu peta peluang ekonomi di Cilacap Barat. "Ngertinya yang sudah ada di permukaan saja," ujarnya.

Sementara itu warga Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur, Nana Sutisna mengatakan, setuju adanya pemekaran Cilacap Barat asalkan memenuhi landasan yuridis formal.

"Namun karena sampai saat ini landasan tersebut belum dipenuhi, menurut hemat saya, untuk sementara lebih baik ditangguhkan dulu," katanya.

Menurut dia, pembentukan daerah baru bisa dilakukan, bila suatu daerah mempunyai tujuh persyaratan, yakni kemampuan ekonomi, potensi daerah, kondisi sosial budaya, kondisi sosial politik, jumlah penduduk, luas daerah, dan pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.

Ia mengatakan, pembentukan Kabupaten Cilacap Barat akan menjadi bumerang bagi warganya sendiri jika artikulasi gagasan tersebut lebih didasarkan kepada aspek-aspek pragmatisme politik dan ekonomi semata tanpa kajian dan pemahaman substantif terhadap hakikat pembentukannya maupun gagasan tersebut hanya populer di tingkat elit lokal.

"Secara teori, konsentrasi kekuasaan akan berada di tangan elit lokal. Bila hal itu yang terjadi, maka akan sangat sulit terwujudnya 'local accountability' (akuntabilitas lokal), dan itu berarti terlalu dini untuk berharap bahwa pembentukan Kabupaten Cilacap Barat akan mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, dalam proses membangun gagasan membentuk Kabupaten Cilacap Barat, seluruh orang yang berkehendak dan terkait dengan gagasan pembentukan kabupaten baru ini, sebaiknya melakukan gerakan penyerapan aspirasi masyarakat.

"Secara langsung maupun tidak langsung, masyarakat harus diajak bicara," katanya.

Menurut dia, gerakan tersebut kemungkinan dapat dilakukan melalui debat publik secara terbuka baik di forum-forum resmi maupun tidak resmi guna membicarakan hal-hal strategis menyangkut gagasan pembentukan Kabupaten Cilacap Barat.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mempersilakan daerah Cilacap bagian barat meneruskan rencana pemekaran wilayah setelah tahun 2013.

"Tunggu setelah 2013, kalau saya sudah selesai menjabat. kalau gubernur yang baru setuju, ya silakan," kata gubernur usai membuka rapat koordinasi Dinas Kesehatan Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (12/3).

Saat ini, ia menegaskan penolakannya terhadap rencana pemekaran wilayah Cilacap bagian barat.

"Selama saya diberi kewenangan dan punya kewenangan untuk setuju atau tidak setuju, saya tetap tidak setuju," tegasnya.

Menurut dia, tidak mudah memekarkan wilayah untuk membawa kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menuturkan, cukup berat tugas suatu daerah dalam memelihara organisasi.

Ia menjelaskan, butuh dana dan biaya cukup tinggi untuk membangun gedung, fasilitas, membayar gaji, dan sebagainya.

Bahkan, lanjut dia, jika pemerintah pusat memberikan dana alokasi umum dan khusus bagi daerah, justru akan habis untuk keperluan-keperluan itu.

"Untuk rakyat mana, hanya pejabatnya saja yang akan dapat," katanya.

Kecuali, lanjut dia, daerah yang akan mekar ini memiliki potensi unggulan untuk membiayai.

Ia mempertanyakan potensi unggulan kawasan Cilacap bagian barat dan berapa lama potensi ini dapat bertahan.

Oleh karena itu, ia meminta rencana pemekaran ini dikaji ulang.

Selain itu, ia juga menagaskan siap untuk memajukan kawasan Cilacap bagian barat, melalui visi dan misi yang telah dijalankan.

"Bupati silakan menjabarkan visi dan misi gubernur," katanya.

Paguyuban Warga Cilacap Barat mengharapkan dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah dalam usulan pemekaran Kabupaten Cilacap.

Ketua Paguyuban Warga Cilacap Barat Mukhtar Zain meminta, legislatif provinsi ini menjadi fasilitator yang menghubungkan Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan pemerintah provinsi ini.

Menurut dia, banyak alasan yang mendasari keinginan penduduk Kabupaten Cilacap di wilayah barat ini untuk membentuk wilayah sendiri.

Sejumlah alasan yang disampaikan, kata dia, misalnya kesenjangan kesejahteraan dan perekonomian antara wilayah timur dan barat.

Oleh : Sumarwoto Minggu, 28 Mar 2010

Total Tayangan Laman